Showing posts with label Referensi. Show all posts
Showing posts with label Referensi. Show all posts

Tuesday, 4 August 2015

Hari Besar Indonesia dan Dunia



1 Jan: Tahun Baru
10 Jan: Hari Tritura
10 Jan: Hari Lingkungan Hidup Indonesia
15 Jan: Hari Peristiwa Laut atau Samudera
25 Jan: Hari Gizi Nasional
27 Jan: Hari Kusta International
                    4 Feb: Hari Kanker Sedunia
                    9 Feb: Hari Pers Nasional
                   20 Feb: Hari Pekerja Indonesia
                   21 Feb: Hari Bahasa Ibu International
1 Mar: Hari Kehakiman Nasional
3 Mar: Hari Pendengaran Nasional
6 Mar: Hari Kostrad
8 Mar: Hari Perempuan International
9 Mar: Hari Musik Nasional
21 Mar: Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial International
21 Mar: Hari Down Syndrome
22 Mar: Hari Air Sedunia
23 Mar: Hari Meteorologi Sedunia
24 Mar: Hari Tuberculosis Sedunia
29 Mar: Hari Filateli Indonesia
30 Mar: Hari Film Nasional
              1 Apr: Hari Kanker Tulang
               6 Apr: Hari Nelayan Nasional
              7 Apr: Hari Kesehatan Sedunia
              9 Apr: Hari Penerbangan Nasional
              12 Apr: Hari Bawa Bekal Nasional
               19 Apr: Hari Pertahanan Sipil
             20 Apr: Hari Konsumen Nasional
             21 Apr: Hari Kartini
              22 Apr: Hari Bumi
              24 Apr: Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia
                     24 Apr: Hari Angkutan Nasional
                  24 Apr: Hari Solidaritas Asia Afrika
                   25 Apr: Hari Malaria Sedunia
1 Mei: Hari Asma
1 Mei: Hari Buruh Sedunia
2 Mei: Hari Pendidikan Nasional
3 Mei: Hari Kebebasan Pers Sedunia
8 Mei: Hari Palang Merah Sedunia
15 Mei: Hari Keluarga International
17 Mei: Hari Komunitas Informasi Sedunia
17 Mei: Hari Buku Nasional
20 Mei: Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei: Hari Keanekaragaman Budaya untuk Dialog dan Perkembangan Sedunia
22 Mei: Hari Keanekaragaman Hayati International
29 Mei: Hari Lanjut Usia Nasional
31 Mei: Hari Anti Tembakau Sedunia
    1 Jun: Hari Anak Sedunia
     1 Jun: Hari Lahirnya Pancasila
     3 Jun: Hari Pasar & Modal Indonesia
      5 Jun: Hari Lingkungan Hidup Sedunia
         17 Jun: Hari Memerangi Desertifikasi dan Musim Kemarau International
           20 Jun: Hari Pengungsi Sedunia
             22 Jun: Hari Ulang Tahun Kota Jakarta
                 24 Jun: Hari Bidan Indonesia
               26 Jun: Hari Anti Narkoba Sedunia
         29 Jun: Hari Keluarga Nasional
1 Jul: Hari Bhayangkara
5 Jul: Hari Bank Indonesia
11 Jul: Hari Populasi Sedunia
22 Jul: Hari Kejaksaan
23 Jul: Hari Anak Nasional
8 Aug: Hari ASEAN
9 Aug: Hari Masyarakat Pribumi Dunia
10 Aug: Hari Veteran Nasional
12 Aug: Hari Pemuda International
14 Aug: Hari Pramuka 
17 Aug: Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
18 Aug: Hari Konstitusi Indonesia
19 Aug: Hari Departemen Luar Negeri
1 Sep: Hari Polwan
3 Sep: Hari Palang Merah Indonesia
4 Sep: Hari Pelanggan Nasional
8 Sep: Hari Melek Huruf Sedunia (Hari Aksara)
9 Sep: Hari Olahraga Nasional
16 Sep: Hari Pemeliharaan Lapisan Ozon Sedunia
17 Sep: Hari Perhubungan Nasional
21 Sep: Hari Perdamaian International
28 Sep: Hari Sarjana
1 Oct: Hari Manula International
1 Oct: Hari Kesaktian Pancasila
5 Oct: Hari TNI
5 Oct: Hari Guru Sedunia
9 Oct: Hari Pos Sedunia
10 Oct: Hari Kesehatan Jiwa
12 Oct: Hari Mata International
14 Oct: Hari Pangan Sedunia
15 Oct: Hari Cuci Tangan Sedunia
15 Oct: Hari Hak Asasi Binatang
16 Oct: Hari Parlemen RI
17 Oct: Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia
18 Oct: Hari Menopause
20 Oct: Hari Osteoporosis
24 OCt: Hari PBB
24 Oct: Hari Dokter Indonesia
28 Oct: Hari Sumpah Pemuda
28 Oct: Hari Keuangan
10 Nov: Hari Pahlawan Nasional
12 Nov: Hari Kesehatan Nasional
14 Nov: Hari Diabetes Nasional
16 Nov: Hari Toleransi Sedunia
20 Nov: Hari Anak Sedunia
21 Nov: Hari Televisi Sedunia
21 Nov: Hari Pohon
25 Nov: Hari Guru
25 Nov: Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Wanita
29 Nov: Hari Solidaritas International atas Rakyat Palestina

  • 1 Dec: Hari AIDS Sedunia
  • 3 Dec: Hari Difabel Sedunia
  • 5 Dec: Hari Relawan Perkembangan Ekonomi dan Sosial Sedunia
  • 9 Dec: Hari Anti Korupsi Sedunia
  • 10 Dec: Hari Hak Asasi Manusia
  • 11 Dec: Hari Gunung Sedunia
  • 15 Dec: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
  • 18 Dec: Hari Migran Sedunia
  • 20 Dec: Hari Solidaritas Kemanusiaan Sedunia
  • 29 Dec: Hari Keanekaragaman Hayati

Thursday, 20 November 2014

I Gusti Ngurah Rai dan pasukan Ciung Wanara nya


Tabanan. Latar belakang munculnya puputan Margarana sendiri bermula dari Perundingan Linggarjati. Pada tanggal 10 November 1946, Belanda melakukan perundingan linggarjati dengan pemerintah Indonesia. Salah satu isi dari perundingan Linggajati adalah Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Selanjutnya Belanda diharuskan sudah meninggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
Pada tanggal 2 dan 3 Maret 1949 Belanda mendaratkan pasukannya kurang lebih 2000 tentara di Bali yang diikuti oleh tokoh-tokoh yang memihak Belanda. Tujuan dari pendaratan Belanda ke Bali sendiri adalah untuk menegakkan berdirinya Negara Indonesia Timur. Pada waktu itu Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang menjabat sebagai Komandan Resiman Nusa Tenggara sedang pergi ke Yogyakarta untuk mengadakan konsultasi dengan Markas tertinggi TRI, sehingga dia tidak mengetahui tentang pendaratan Belanda tersebut.


Di saat pasukan Belanda sudah berhasil mendarat di Bali, perkembangan politik di pusat Pemerintahan Republik Indonesia kurang menguntungkan akibat perundingan Linggajati, di mana pulau Bali tidak diakui sebagai bagian wilayah Republik Indonesia. Pada umumnya Rakyat Bali sendiri merasa kecewa terhadap isi perundingan tersebut karena mereka merasa berhak masuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terlebih lagi ketika Belanda berusaha membujuk Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai untuk diajak membentuk Negara Indonesia Timur. Untung saja ajakan tersebut ditolak dengan tegas oleh I Gusti Ngurah Rai, bahkan dijawab dengan perlawanan bersenjata Pada tanggal 18 November 1946. Pada saat itu I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya Ciung Wanara Berhasil memperoleh kemenangan dalam penyerbuan ke tangsi NICA di Tabanan. 
Karena geram, kemudian Belanda mengerahkan seluruh kekuatannya di Bali dan Lombok untuk menghadapi perlawanan I Gusti Ngurah Rai dan Rakyat Bali. Selain merasa geram terhadap kekalahan pada pertempuran pertama, ternyata pasukan  Belanda juga kesal karena adanya konsolidasi dan pemusatan pasukan Ngurah Rai  yang ditempatkan di Desa Adeng, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali. Setelah berhasil mengumpulkan pasukannya dari Bali dan Lombok, kemudian Belanda berusaha mencari pusat kedudukan pasukan Ciung Wanara.

Puncak Peristiwa

Pada tanggal 20 November 1946 I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya (Ciung Wanara), melakukan longmarch ke Gunung Agung, ujung timur Pulau Bali. Tetapi tiba-tiba di tengah perjalanan, pasukan ini dicegat oleh serdadu Belanda di Desa Marga, Tabanan, Bali.

Tak pelak, pertempuran sengit pun tidak dapat diindahkan. Sehingga sontak daerah Marga yang saat itu masih dikelilingi ladang jagung yang tenang, berubah menjadi pertempuran yang menggemparkan dan mendebarkan bagi warga sekitar. Bunyi letupan senjata tiba-tiba serentak mengepung ladang jagung di daerah perbukitan yang terletak sekitar 40 kilometer dari Denpasar itu.

Pasukan pemuda Ciung Wanara yang saat itu masih belum siap dengan persenjataannya, tidak terlalu terburu-buru menyerang serdadu Belanda. Mereka masih berfokus dengan pertahanannya dan menunggu komando dari I Gusti Ngoerah Rai untuk membalas serangan. Begitu tembakan tanda menyerang diletuskan, puluhan pemuda menyeruak dari ladang jagung dan membalas sergapan tentara Indische Civil Administration (NICA) bentukan Belanda. Dengan senjata rampasan, akhirnya Ciung Wanara berhasil memukul mundur serdadu Belanda.

Namun ternyata pertempuran belum usai. Kali ini serdadu Belanda yang sudah   terpancing emosi berubah menjadi semakin brutal. Kali ini, bukan hanya letupan senjata yang terdengar, namun NICA menggempur pasukan muda I Gusti Ngoerah Rai ini dengan bom dari pesawat udara. Hamparan sawah dan ladang jagung yang subur itu kini menjadi ladang pembantaian penuh asap dan darah.

Perang sampai habis atau puputan inilah yang kemudian mengakhiri hidup I Gusti Ngurah Rai. Peristiwa inilah yang kemudian dicatat sebagai peristiwa Puputan Margarana. Malam itu pada 20 November 1946 di Marga adalah sejarah penting tonggak perjuangan rakyat di Indonesia melawan kolonial Belanda demi Nusa dan Bangsa. 


(bb.com/wikipedia/berbagai sumber)

 

Wednesday, 19 November 2014

"Masjid Indonesia" In Kenitra City , Maroko


"Masjid Indonesia" In Kenitra City , Maroko 



When in Jakarta there are roads named Jalan Casablanca otherwise in Casablanca - Morocco is also a road named Jalan Jakarta. Not only road Jakarta there is also a road named Jalan Bandung. Still not quite enough up there, in the city of Rabat - The capital of Morocco is also a road named Rue Sukarno (Sukarno). All of it is a form of respect Moroccan government (at that time) under the reign of King Mohammed V over Indonesia and Bung Karno services in support of Morocco's independence from France.

Bung Karno became the first country to hold a leadership trip to Morocco after its independence. Bung Karno visit to Morocco on May 2, 1960 was greeted by the people of Morocco, Bung Karno even brought parade around Rabat in the open-air motoring with the King Mohammed V. then on the King Mohammed V presents Bung Karno to inaugurate its own roads in the city Rabat named after him "Rue Sukarno" or Sukarno, while providing visa-free gift to all Indonesian citizens who will travel to Morocco. A gift that can still be enjoyed by people of Indonesia until now.


Indonesia Mosque (Maolay Hassan) 



But aside from all that, in Morocco there is also a magnificent mosque which is also called "Indonesian Mosque". Its location is in the city of Kenitra. Although so far there is absolutely no news in this country about the existence of this mosque. Burhan Ali, an Indonesian student who was studying in the Maghreb countries raised the existence of this mosque in writing.


Mosque (named) Indonesia still stands and still works fine until now. On the nameplate mosque mounted above the main door of the mosque written clearly the name "Indonesian mosque" in Arabic. Never mind the Indonesian people in the homeland, the Indonesian who lived in Morocco were very few know about the existence of this historic mosque.

Indonesian Mosque tower in the town Kenitra - Morocco

The naming of this mosque is not released by naming the names of streets as mentioned above as well as the exemption of visas for citizens of Indonesia as a gift from King Mohammed V. The mosque is located next to Souk Houriya, Kenitra City Biranzaran this area is still to be one of the central teaching and literacy and a brief recitation after maghrib prayer.

Architectural terms, "Indonesian mosque" is slightly different from the mosques in Morocco in general. Never any of the Morocco recalled that some architects who helped build imported from Indonesia. Striking differences seen in the building of minarets. When Morocco generally shaped minarets towering beams, tower "Indonesian Mosque" rectangular tapered upwards. (on the smaller side compared to the bottom of the tower).

The roof mosque is also much different from most mosques in Morocco roof, the roof "Indonesian mosque" is a series of pyramid roof combined into one. An interesting difference between the Masjid mosque in the city of Kenitra are all typical Moroccan architecture. Residents original Kenitra was not much to know about this mosque except the elderly. Kenitra young people more familiar with this mosque as Masjid Maolay as written on panoramio website that displays this mosque named Masjid Maolay Hasan (Hasan Maolay is the name of the son of Crown Prince of Morocco)

PAPUA mummy, PRESERVATION WITH SMOKE


Tradition preserve corpses or known by the term mummy is often done by the Egyptians. However, a tribe in Papua New Guinea also has a similar ancient tradition that is the tradition of preserving corpses.

Is Anga tribe in Papua New Guinea has an ancient tradition to preserve dead bodies technique is quite unique and terrible is to bloat first corpse before burial and then put away in a steep cliff.

It makes people can see a row of corpses with flushed body hanging on the cliff. Although spooky but actually this tradition is the highest form of respect made by Anga tribe against the dead. Anga tribe already doing this practice for hundreds of years in the highlands of Morobe.


The process itself is complex. They did so with careful and thorough. First of all, knees, elbows and feet slashed corpses and body fat dried corpse. After the perforated bamboo inserted into the abdomen to drain blood out corpse.

Later blood was applied to the hair and skin of the relatives of the deceased. Anga tribes believe this ritual will move the force who died on surviving relatives. While the rest of the liquid that comes out of the bodies are stored as a cooking oil.

Furthermore, the eyes, mouth and anus corpse sewn so that air does not enter into the bodies so that no decay. While the soles of the feet, tongue and hands cut corpses to be presented to the surviving spouse. Then the rest are thrown into a fire pit for smoked.
Once smoked, the mummified body coated with clay and red clay and then displayed on the cliff wall. To clay as a natural cocoon to protect the bodies from damage. The mummy is in Morobe recorded 200 years old and were from the World War II era.


Furthermore, in line with the changing times and the coming of Christianity to Papua New Guinea, this mummification process is not done anymore. They've done it Christian burial.
Papua New Guinea itself is also forbidden in 1975 after independence. However there are some tribes in the remote villages are still doing this ritual.

RAHMAT SHIGERU ONO : Tentara Jepang yang Berpihak Pada INDONESIA


Ketika kalah melawan Sekutu, banyak tentara Jepang bingung; kembali ke negerinya atau bertahan. Tak sedikit yang melakukan harakiri (bunuh diri untuk memulihkan kehormatan). Shigeru Ono, serdadu Tentara Ke-16 Angkatan Darat Jepang di Jawa, pun sempat tergoda namun mengurungkan niatnya.


Ono, yang lahir pada 26 September 1919 di Furano, Hokkaido, memutuskan bertahan di Indonesia. “Indonesia sudah banyak membantu Jepang. Kami ingin memberikan yang tidak bisa dilakukan oleh negara kami,” ujarnya dalam Mereka yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono, Bekas Tentara Jepang yang Memihak Republik karya Eiichi Hayashi.

Ono keluar dari ketentaraan Jepang. Atas saran Kapten Sugono, komandan polisi militer Jepang di Bandung, dia mengganti pakaiannya dengan sarung dan peci, melumuri tubuhnya dengan lumpur agar kulitnya terlihat lebih gelap, dan menambahkan “Rahmat” di awal namanya: Rahmat Shigeru Ono.

Sempat melatih pemuda Indonesia, Ono kemudian menyingkir ke Yogyakarta. Dia menjalankan tugas penting dari Markas Besar Tentara untuk membuat buku rangkuman tentang taktik perang dan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Atas perintah Kolonel Zulkifli Lubis, petinggi militer Indonesia yang kelak menjadi pejabat KSAD, Ono juga menyusun buku tentang taktik khusus perang gerilya.

Selain itu, bersama eks tentara Jepang dan pejuang Indonesia, Ono bergerilya dari satu tempat ke tempat lain. Salah satunya, menyerang markas KNIL di Mojokerto pada Juni 1947.

Pasca Perjanjian Renville, ada kesepakatan untuk menangkapi semua eks tentara Jepang yang masih di Indonesia. “Pada Juli 1948, untuk menghindari penangkapan, serdadu Jepang berkumpul di Wlingi, Blitar, Jawa Timur untuk membuat satu pasukan. Yang tercecer dikumpulkan,” tulis Wenri Wanhar dalam Jejak Intel Jepang: Kisah Pembelotan Tomegoro Yoshizumi.

Ke-28 eks tentara Jepang yang hadir itu lalu membentuk Pasukan Gerilya Istimewa (PGI) pada 24 Juli 1948. Arif Tomegoro Yoshizumi jadi komandan dan Ichiki Tatsuo wakilnya. Wilayah operasi mereka di Dampit, Malang Selatan, dan Wlingi, Blitar. Ono bertugas di Dampit.

Pertempuran pertama PGI adalah ketika menyerang pos tentara Belanda di Pajaran, Malang, semasa gencatan senjata. Aksi mereka berisiko mencoreng nama Indonesia di dunia internasional, namun PGI beralasan Belanda lebih sering melanggar perjanjian.
Sepeninggal Tomegoro Yoshizumi dan Ichiki Tatsuo yang gugur dalam pertempuran, PGI bergabung dalam kesatuan militer formal dan mengubah namanya menjadi Pasukan Untung Suropati 18.
Usai pengakuan kedaulatan pada akhir 1949, Ono menetap di Batu, Malang, Jawa Timur. Dia mengisi hari-harinya dengan bercocok tanam. Pada Juli 1950, Ono menikah dengan Darkasih dan dikaruniai lima anak.

“Dia dijodohkan Sukardi, orang Jepang juga, kawan papi,” ujar Erlik Ono, putri kelima Ono, kepada Historia. Sukardi bernama Jepang Sugiyama.

Ono pernah bekerja sebagai salesman lampu, pegawai perusahaan peternakan di Jakarta, dan perusahaan eksportir rotan di Kalimantan. Setelah pensiun pada 1995, dia kembali ke Batu dan mengisi waktu dengan bertani, menerima wartawan, serta mengunjungi keluarga atau kenalan yang sakit.

Rahmat Shigeru Ono juga menyusun buku taktik perang gerilya untuk militer Indonesia di masa mempertahankan kemerdekaan. Ono telah berpulang pada 25 Agustus 2014 lalu. Beliau meninggal akibat penyakit tifus dan pembengkakan pembuluh darah.


Sumber : historia.co.id

Tuesday, 18 November 2014

10 Fact you Should Know

1. Did you know that the design of the National Palace and the Presidential Palace was built following the concept of houses on stilts .

2. Often nosy or intrusive is one type PDKT made ​​man if love with a woman .

3. 7 out of 10 men prefer women who can cook as his future wife .

4. Androstadienone , a substance derived from testosterone found in male sweat is able to attract the attention of women and lift their mood .

5. Men who are too thin has the same risk of heart disease in men who are too fat .

6. Saws discovered by a doctor and was originally used to perform amputation .

7. High-fiber vegetables such as spinach can reduce hunger to 14 hours .

8. The song ' You Suffer ' from the band Napalm Death is the shortest song ever recorded with a duration of 1.316 seconds .

9. Research shows that people prefer the color blue for casual clothing .

10. Although popular with hits ' Sweet Home Alabama ' , none of the original personnel Skynyrd came from Alabama 

ARTI CINTA

 Assalaamu'alaikum.

 Episode ( Cinta ) kali ini, mengingatkan kita untuk hati - hati terhadap
apa dan siapa yang kita cintai.

 **waktu mau makan ingat kamu, waktu bercermin ingat kamu, waktu mau
belajar ingat kamu, waktu mau tidur ingat kamu,......**

 ( kalo nggak salah dina mariana yang nyanyi, betul nggak Mas Gugah )


 Demikianlah kira-kira bunyi sebuah syair lagu (kalau nggak salah) yang pernah ngetrend. Lagu itu memang bertema cinta. Cinta suci katanya. Eit... tapi tunggu dulu apa benar cinta suci, apa benar cinta sejati. Atau sekedar cinta syahwati.


 Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini
karena cintaNya. Karenanya alam dan dunia ini adalah lautan cinta.


 Cinta itu suka atau senang. Cinta itu keinginan untuk memberi, demikian
kata orang. Tapi bila mendengar kata cinta, yang muncul di otak adalah pacar. Inilah kesalahan kebanyakan orang dalam mengartikan cinta. Cinta yang mereka kenal adalah cinta syahwati. Apa memang sedemikian rendah nilai cinta.


 Cinta memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dan kekuatan cinta mampu membikin pribadi yang nekat atau pribadi yang taat. Nekat dalam arti
berani melanggar aturan-aturan dari Allah. Sehingga sampai-sampai bilang,"Khan  cuma-pegang-pegangan tangan." Na'udzubillah min dzalik.


 Kalau bicara masalah cinta memang tak kan habis-habis. Namun berapapun
 banyaknya nuansa cinta, sebenarnya hanya ada dua versi cinta, yaitu cinta imani (cinta robbani), adalah cinta yang berlandaskan kepada keimanan, dan cinta syahwati, cinta yang berlandaskan pada hawa nafsu yang ditunggangi oleh syaithon laknatullah.


 Cinta imani inilah sesungguhnya yang merupakan cinta sejati. Tapi
pengertian ini telah diputar balik, sehingga cinta syahwati dianggap sebagai cinta suci yang harus diperjuangkan sampai tetes darah penghabisan, dengan bunuh diri misalnya.


 Mahabbah (kecintaan) seorang mu*min adalah harus berlandaskan keimanan.
Dan
 kecintaan tertinggi adalah kecintaan kepada Allah (mahabbatullah).
 Kecintaan kepada Allah adalah mutlak dan di atas segala-galanya. Sedangkan bagi orang kafir sudah jelas cintanya adalah cinta syahwati.


 
Tanda-tanda Cinta.

 Cinta secara umum mempunyai tanda-tanda dan gejala-gejala yang sama.
Pertama
 adalah banyak mengingat (pada yang dicintai). Sebagaimana syair lagu di
 atas, hatinya selalu teringat dan terkenang kepada yang dicintai. Di mana-mana pun pokoknya ingat deh. Apabila suatu saat secara tiba-tiba disebutkan nama yang kita cintai, maka hati kita tersentak.
 Hati kita deg-deg sir,"Ada apa ini." Demikian pula bila kita mendapatkan surat dari yang kita cintai. Maka bagi seorang mukmin karena kecintaan kepada Allah adalah yang tertinggi, bila disebut namaNya, gemetarlah
hatinya  dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah imannya. (QS Al Anfal ayat 2).

 Tanda yang kedua adalah takjub dan kagum (kepada yang dicintai).  Kalau sudah cinta katanya hidung pesek jadi mancung. Atau bahkan tahi kambing dirasa coklat, ucap seorang penyanyi.. Karena begitu kagumnya
kepada  yang dicintai. Bagi cinta yang dilandasi syahwat, kekaguman nya bersifat sementara dan tidak membekas dalam hati, karena manusia mempunyai rasa selalu tidak puas. Maka tepatlah petunjuk Rasulullah SAW, bila mencari
 istri, pilihlah karena agamanya sebagai prioritas utama, bukan cantiknya, bukan kayanya, bukan kebangsawanannya.


 Kekaguman karena iman akan memberikan hal yang berbeda, ia akan membekas dalam hati. Apalagi kekaguman akan kebesaran dan kekuasaan Allah.


 "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit
dan  bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Ali Imran ayat 191).


 Yang ketiga dan keempat adalah ridlo (rela) dan pengorbanan. Seorang mu'min karena cintanya yang sangat kepada Allah, ia akan rela mengorbankan segalanya demi mencapai keridloan Sang Pemberi cinta, Allah SWT. Kalau cinta syahwati, keridloannya pun bersifat untuk memenuhi hawa nafsunya saja. Karena jabatan mau saja menyembah-nyembah atasan. Karena ridlo dengan si dia sampai-sampai mengorbankan kehormatannya. Atau SPP
 amblas, sehingga orang tua yang kalang kabut.


 Kecintaan kepada sesuatu dengan tanda-tandanya di atas akan melahirkan
rasa takut dan harap serta suatu ketaatan. Ini merupakan hal yang wajar dan  logis. Karena mencintainya, kita takut kehilangan, atau kawatir cinta kita diterima apa nggak. Dan kita mengharapkan selalu dekat dengan yang kita cintai. Otomatis supaya kekawatiran kita tidak terjadi dan harapan kita
 terpenuhi, kita taat kepada yang kita cintai.


 Jika dibilang,"Kalau cinta, traktir dong..." kemudian ia mentraktir dengan  uang SPP nya, maka ini adalah salah satu bentuk ketaatan. Tentu saja bentuk pengorbanannya adalah uang SPP. Demikian pula bila diajak nonton film di  bioskop, padahal yang ngajak itu orang lain, kemudian mau, juga merupakan ketaatan. Ketaatan yang salah. Ketaatan yang sesat.


 Kecintaan yang haq (yang berlandaskan iman) akan melahirkan ketakutan,
 pengharapan dan ketaatan hanya kepadaNya. Meskipun memiliki tanda-tanda yang  sama, tetap saja antara cinta imani dan cinta syahwati adalah bertolak  belakang. Karena yang satu haq dan yang lain bathil.


 
Prioritas dan Peringkat-peringkat cinta.


 Dalam cinta pun ada skala prioritas seperti halnya membelanjakan uang. Ada seseorang yang tidak punya baju sama sekali, kemudian ia tidak membeli
baju tapi malahan membeli sepeda. Suatu hari ia bersepeda tanpa pakaian. Tentu saja orang-orang berkata,"Orang itu sudah sinthing. Mbok ya beli baju dulu."



 Demikianlah kita harus punya prioritas cinta, supaya tidak dibilang sinthing. Untuk itu kita harus mengenal apa yang disebut maratibul
mahabbah (peringkat-peringkat cinta). Dengan memahami peringkat-peringkat cinta ini mudah-mudahan kita tidak terjerumus dalam syirik cinta.
 Peringkat pertama adalah tatayyum.

 Yaitu cinta yang melahirkan sikap untuk menghamba secara mutlak dan
 melakukan pengorbanan sampai tetes darah penghabisan. Ini adalah kecintaan tertinggi dan hanya kita berikan kepada Allah Rabbul 'alamin. Seorang mukmin amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah ayat 165).


 Peringkat kedua adalah 'isyq.

 Yaitu cinta yang melahirkan ketundukkan terhadap segala perintah dan larangannya, membangkitkan sikap hormat yang tinggi, mengikuti dan membelanya. Kecintaan seperti ini adalah hak Rasulullah. Namun 'isyq tidak mendorong seseorang menjadi hamba Muhammad. Inilah yang membedakan dengan tatayyum.


 Peringkat ketiga adalah syauq (kerinduan).

 Yaitu cinta yang membuahkan mawaddah wa rahmah (kasih sayang), menjadi perekat yang kuat dalam membangun ummat. Ini adalah cinta antara mu*min dengan mu*min lainnya, antara orang tua dengan anak, antara suami dengan istri, dengan saudara
yang mukmin.

 Peringkat keempat adalah shababah. Ditujukan kepada sesama muslim yang
akan melahirkan ukhuwah (persaudaraan).


 Peringkat kelima adalah 'ithf (simpati). Ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati mendorong seorang mu'min untuk menolong manusia ke jalan yang benar (dakwah). Bila hilang rasa simpati, seseorang menjadi cuek, tak
peduli dengan kerusakan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.


 Peringkat keenam dan yang paling sederhana adalah 'alaqah. yaitu kecintaan kepada selain yang di atas, harta benda misalnya. Islam membenarkan cinta ini dalam bentuk intifa' (memanfaatkan, mendayagunakan). Cinta pada harta benda yang berlebihan membahayakan manusia sendiri. Para salafusshalih berdoa kepada Allah agar jangan sampai dunia menempati hati mereka, cukup
di tangan saja. Artinya jangan sampai dunia yang menguasai mereka tapi mereka yang menguasai dunia.


 Jadi kecintaan tertinggi seorang mukmin adalah untuk Allah, kemudian Rasulullah dan jihad di jalan Allah. Baru setelah itu kepada orang tua, saudara yang mukmin, suami atau istri, anak dan seterusnya.

 "Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kawatiri kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."(QS At Taubah ayat 24).

 Memang manusia secara naluriah mempunyai rasa cinta kepada lawan jenis, anak-anak, harta benda, seperti Firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 14.
 "Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang."


 Namun hal itu bukanlah legitimasi untuk menjadikan cinta syahwati sebagai
 yang dipuja sedemikian rupa. Karena Allah telah menentukan batasan-batasan. Kecintaan tertinggi adalah untuk Allah, maka kecintaan kita kepada sesuatu adalah karena kecintaan kita kepada Allah. Maksudnya sesuai dengan atura-aturan dari Allah. Kita boleh mencintai lawan jenis, tapi caranya  adalah yang sesuai dengan aturan Allah, yaitu setelah menikah, bukan pacaran. Model pacaran itu bukan dari Allah, tapi dari syaithon laknatullah.
 Jika kita lihat dalam realitas, banyak orang masih menempatkan kecintaan tidak pada tempatnya. Ada yang menempatkan cinta tertinggi untuk sesuatu selain Allah. Entah harta atau yang lain-lain. Mereka lebih mencintai dunia daripada akherat. Inilah sikap orang yang buta cinta. karena buta cinta dunia menjadi tuan, kekasih menjadi pujaan. Menjadi ilah-ilah yang lain.

 
Kelaziman Cinta.


 Ibnu Taimiyah berkata,"Mencintai apa yang dicintai kekasih adalah
 kesempurnaan dari cinta pada kekasih."


 Apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah inilah yang disebut kelaziman cinta, lumrahnya sesorang kepada yang dicintainya. Lumrahnya seseorang kepada
yang dicintai adalah mencintai siapa-siapa dan apa apa yang dicintai kekasih.Dan membenci siapa-siapa dan apa-apa yang dibenci kekasih.

 Jika Allah mencintai nabi dan RasulNya, kita pun harus mencintai mereka. Allah mencintai orang- orang yang beriman, amal sholeh, akhlaqul karimah, maka demikian pula seharusnya dengan kita.


 Allah mencintai kebersihan. Bagaimana kita bisa disebut cinta kepada Allah kalau kita tidak menyukai dan menjaga kebersihan. Allah membenciorang-orang kafir, munafiq maka kita pun demikian. Allah membenci perbuatan tercela, seperti zina, memperturutkan hawa nafsu, berjudi, mabuk, korupsi maka kita wajib menjauh perbuatan-perbuatan semacam ini.

 
Aljabar Cinta.


 Aljabar atau perhitungan cinta tidak sama dengan aljabar dalam pelajaran matematika kita. Kalau dalam matematika yang kita pelajari 100 dibagi 2sama dengan 50.


 Dalam aljabar cinta tidak begitu. Bila kita mencintai Allah, Rasul dan
jihad  bukan berarti untuk Allah 70%, untuk Rasulullah 20% dan seterusnya. Sama sekali bukan.


 Kecintaan seorang mukmin kepada Allah adalah mutlak. Kecintaan kepada yang lain tidak mengurangi kecintaan kita kepada Allah. Karena pada dasarnya kecintaan kepada yang lain bagi seorang mu*min adalah karena kecintaannya kepada Allah.


 Mulai sekarang kita harus tahu mana cinta imani dan mana cinya syahwati. Maka jangan sampai salah menempatkan cinta. Sehingga syair lagu di atas seharusnya "waktu mau makan ingat Allah, waktu bercermin ingat Allah,waktu mau belajar ingat Allah, waktu mau tidur ingat Allah..," dengan doa-doa
yang  diajarkan Rasulullah SAW.


 Wallahu a'lam.



 Maroji': Majalah Ummi; Al Islam, Said Hawwa; Jundullah, Said Hawwa;



Akibat tidak Sholat


   Assalamu'alaikum Wr. Wb....

 
   Berikut ini merupakan sebuah kisah yang didapat dari rekan saya ...
   Insya Allah bermanfaat dan bisa kita jadikan ibrah (pelajaran).

 
   Kisah ini diceritakan oleh seorang ustaz yang bertugas memandikan
mayat orang Islam di hospital. Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening. Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan  hati-hati penutup muka jenazah.
Kulitnya putih,badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa. Tiba-tiab saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu,wajah jenazah semakin hitam. Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya; apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam?

Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya. Sedang saya
termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi? Semakin lama dia semakin  hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.

   "Ustaz," kata wanita itu. "Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok
jenazahnya." Kata wanita berkenaan dengan lembut. Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya. "Betulkah ini mayat anak mak cik?" tanya saya. "Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih." "Mak cik lihatlah betul-betul." kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan, wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya.

 Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke  dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat. Tiba di luar saya  bertanya kepadanya. "Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang  berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya. Wanitaitu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Dia seperti
menyembunyikan sesuatu. "Baiklah, kalau mak cik tidak mahu beritahu, saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. " kata saya untuk menggertaknya. Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya.
Sambil mengesat airmata, dia berkata, "Ustaz, anak saya ni memang baik,  patuh dan taat kepada saya. Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya
buat sesuatu kerja, dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatah pun. Dia memang anak yang baik.
   Tapi..." tambah wanita itu lagi "apabila mak cik kejutkan dia untuk  bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak cik.

Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai, dalam hujan lebat pun dia akan pergi,tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang, anak mak cik ini akan
terus naik angin. Itulah yang mak cik kesalkan." kata wanita tersebut.  Jawapannya itu memeranjatkan saya. Teringat saya kepada hadis nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Selepas menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri  untuk pulang. Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan  menyembahyangkannya. Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula. Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai
imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam. Selang dua  tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi
waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh  Hospital Tengku Ampuan Rahimah, saya hubungi saudara Allahyarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Selepas memperkenalkan diri, saya berkata, "Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari.Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang  datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."    Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, "Orang tua mana pula?"    katanya. Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk  badannya,wajahnya, pertuturannya serta pakaiannya. "Kalau wanita itu yang ustaz  katakan, perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah  meninggal lima tahun lalu!" Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.    Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu? Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang  Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam.
   Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar  dalam ingatan saya. Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadis nabi,yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu
waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun.
   Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun ?

 
   Wallahu'alam ...

 
   Bila di dunia ada syurga,
   maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
   Bila di dunia ada neraka,
   maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras & jauh dari
agama.

 
   Bahagialah mereka yang diamnya berfikir,
   Memandangnya mengambil pelajaran,
   mendengarnya mengambil hikmah, dan
   dalam tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam.




-wAw-