Saturday, 22 November 2014

Perisitwa Bersejarah Dunia 23 November



1. Gempa bumi Italia 1980 
Gempa bumi Italia 1980 terjadi di kawasan Irpinia, Italia Selatan, pada hari Minggu, 23 November 1980. Berukuran 6,8 skala Richter, gempa yang berpusat di desa Conza itu membunuh 2.914 jiwa, melukai lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan 300.000 tuna wisma. Di Italia peristiwa ini disebut sebagai Terremoto dell’Irpinia (Gempa bumi Irpinia).


Gempa itu menghantam pada pukul 7:36 malam. Sentakan pertama diikuti oleh 90 gempa susulan. Kota-kota di Provinsi Avellino terhantam parah. Di Sant’Angelo di Lombardi, 300 jiwa tewas termasuk 27 anak di panti asuhan dan 80% bagian kota itu hancur. 100 jiwa terbunuh di Balvano ketika sebuah gereja peninggalan Abad Pertengahan roboh ketika kebaktian Minggu. Kota Lioni, Conza di Campania (dekat episentrum), dan Teora hancur, dan lusinan struktur di Napoli rata dengan tanah, termasuk bangunan apartemen bertingkat 10. Kerusakan tersebar lebih dari 10.000 mil² (26.000 km²), termasuk Napoli dan Salerno.

Pemerintah Italia menghabiskan 58,64 miliar untuk rekonstruksi, sementara 100 juta euro datang dari negeri lain. Jerman menyumbang $32 miliar dan Amerika Serikat menyumbang $70 juta.
Namun, pada awal tahun 1990-an, bermunculan skandal korupsi besar senilai jutaan yang akhirnya lenyap dari dana rekonstruksi gempa pada tahun 1980-an. Dari $40 miliar yang dihabiskan untuk rekonstruksi, sekitar $20 miliar malah menciptakan kelas sosial milyuner baru di kawasan itu, $6,4 miliar mengalir ke Camorra, sementara $4 miliar lainnya mengalir untuk dana suap politikus, Hanya $9,6 sisanya, hanya 24% dari jumlah keseluruhan yang benar-benar dihabiskan untuk keperluan rakyat. 

2. 
King William III of the Netherlands in coronation robes by Nicolaas Pieneman (1856) Willem III, Raja Belanda dan Adipati Agung Luksemburg (Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau, lahir diBrusselsBelgia17 Februari 1817 – meninggal di Het Loo23 November 1890 pada umur 73 tahun) adalah Raja Belanda danadipati agung dari Luksemburg (1849-1890). Pada 23 November 1890, dia meninggal dunia dan mewariskan tahta kepada putrinya,Wilhelmina yang ketika itu baru berumur 10 tahun.


Post a Comment