Showing posts with label Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Lainnya. Show all posts

Thursday, 20 November 2014

Turritopsis nutricula, Ubur-Ubur yang dapat Hidup Abadi

Turritopsis nutricula, si ubur-ubur abadi.
Mungkinkah ada makhluk hidup yang dapat hidup abadi di dunia ini? Sepertinya semua makhluk hidup pasti akan mati, bukankah begitu? Ternyata ada lho, makhluk hidup yang dapat hidup abadi, siapa dia? Jawabannnya adalah spesies Turritopsis nutricula yang merupakan ubur-ubur laut. Ukuran hewan ini hanya sekitar 4-5 milimeter. Ia berasal dari lautan Karibia, tapi sekarang sudah menyebar ke seluruh dunia sampai ke Amerika, Italia, dan Jepang.
Bagaimana caranya hewan ini dapat hidup abadi? Ubur-ubur ini mampu meregenerasi sel-sel tubuhnya secara terus-menerus sehingga secara biologis tidak bisa mati. Fakta mengejutkan ini diketahui setelah para ahli menemukan ledakan populasi spesies ini. Dari penelitian yang melibatkan 4000 Turritopsis nutricula,  disimpulkan bahwa ledakan populasi tersebut terjadi karena makhluk ini memang tidak menua secara biologis.
Spesies ini mampu kembali dari tahap seksual dewasa ke tahap larva. Umumnya, ubur-ubur akan mati setelah selesai bereproduksi, namun hal itu tidak terjadi pada Turritopsis nutricula. Setelah dewasa dan kawin, ubur-ubur tersebut dapat memutar ulang siklus biologisnya, meregenerasi seluruh sel tubuhnya, dan menjadi muda lagi. Proses regenerasi sel semacam ini disebut transdiferensiasi.
Transdiferensiasi berarti sel yang mencapai tahap tertentu dapat berubah menjadi sel lain yang lebih baru dan muda. Dalam proses reproduksinya, sperma dan sel telur ubur-ubur akan membentuk polyp yang kemudian akan menghasilkan organisme baru secara aseksual dengan cara membelah diri. Ketika masih muda mereka mempunyai beberapa tentakel kemudian setelah dewasa dan matang tentakelnya dapat mencapai 80-90 buah. Setelah itu, mereka akan kembali ke tahap polyp melalui perubahan sel yang memungkinkan mereka hidup abadi.
Namun, jangan beranggapan jika mereka mampu hidup abadi secara biologis lantas mereka tak bisa mati. Tentu saja mereka tetap bisa mati karena pengaruh faktor eksternal, misalnya karena dimangsa hewan lain, kerusakan lingkungan ekologis, dan lain-lain.

sumber: http://sains.me/1943/turritopsis-nutricula-ubur-ubur-yang-dapat-hidup-abadi.html/

I Gusti Ngurah Rai dan pasukan Ciung Wanara nya


Tabanan. Latar belakang munculnya puputan Margarana sendiri bermula dari Perundingan Linggarjati. Pada tanggal 10 November 1946, Belanda melakukan perundingan linggarjati dengan pemerintah Indonesia. Salah satu isi dari perundingan Linggajati adalah Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Selanjutnya Belanda diharuskan sudah meninggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
Pada tanggal 2 dan 3 Maret 1949 Belanda mendaratkan pasukannya kurang lebih 2000 tentara di Bali yang diikuti oleh tokoh-tokoh yang memihak Belanda. Tujuan dari pendaratan Belanda ke Bali sendiri adalah untuk menegakkan berdirinya Negara Indonesia Timur. Pada waktu itu Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang menjabat sebagai Komandan Resiman Nusa Tenggara sedang pergi ke Yogyakarta untuk mengadakan konsultasi dengan Markas tertinggi TRI, sehingga dia tidak mengetahui tentang pendaratan Belanda tersebut.


Di saat pasukan Belanda sudah berhasil mendarat di Bali, perkembangan politik di pusat Pemerintahan Republik Indonesia kurang menguntungkan akibat perundingan Linggajati, di mana pulau Bali tidak diakui sebagai bagian wilayah Republik Indonesia. Pada umumnya Rakyat Bali sendiri merasa kecewa terhadap isi perundingan tersebut karena mereka merasa berhak masuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terlebih lagi ketika Belanda berusaha membujuk Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai untuk diajak membentuk Negara Indonesia Timur. Untung saja ajakan tersebut ditolak dengan tegas oleh I Gusti Ngurah Rai, bahkan dijawab dengan perlawanan bersenjata Pada tanggal 18 November 1946. Pada saat itu I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya Ciung Wanara Berhasil memperoleh kemenangan dalam penyerbuan ke tangsi NICA di Tabanan. 
Karena geram, kemudian Belanda mengerahkan seluruh kekuatannya di Bali dan Lombok untuk menghadapi perlawanan I Gusti Ngurah Rai dan Rakyat Bali. Selain merasa geram terhadap kekalahan pada pertempuran pertama, ternyata pasukan  Belanda juga kesal karena adanya konsolidasi dan pemusatan pasukan Ngurah Rai  yang ditempatkan di Desa Adeng, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali. Setelah berhasil mengumpulkan pasukannya dari Bali dan Lombok, kemudian Belanda berusaha mencari pusat kedudukan pasukan Ciung Wanara.

Puncak Peristiwa

Pada tanggal 20 November 1946 I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya (Ciung Wanara), melakukan longmarch ke Gunung Agung, ujung timur Pulau Bali. Tetapi tiba-tiba di tengah perjalanan, pasukan ini dicegat oleh serdadu Belanda di Desa Marga, Tabanan, Bali.

Tak pelak, pertempuran sengit pun tidak dapat diindahkan. Sehingga sontak daerah Marga yang saat itu masih dikelilingi ladang jagung yang tenang, berubah menjadi pertempuran yang menggemparkan dan mendebarkan bagi warga sekitar. Bunyi letupan senjata tiba-tiba serentak mengepung ladang jagung di daerah perbukitan yang terletak sekitar 40 kilometer dari Denpasar itu.

Pasukan pemuda Ciung Wanara yang saat itu masih belum siap dengan persenjataannya, tidak terlalu terburu-buru menyerang serdadu Belanda. Mereka masih berfokus dengan pertahanannya dan menunggu komando dari I Gusti Ngoerah Rai untuk membalas serangan. Begitu tembakan tanda menyerang diletuskan, puluhan pemuda menyeruak dari ladang jagung dan membalas sergapan tentara Indische Civil Administration (NICA) bentukan Belanda. Dengan senjata rampasan, akhirnya Ciung Wanara berhasil memukul mundur serdadu Belanda.

Namun ternyata pertempuran belum usai. Kali ini serdadu Belanda yang sudah   terpancing emosi berubah menjadi semakin brutal. Kali ini, bukan hanya letupan senjata yang terdengar, namun NICA menggempur pasukan muda I Gusti Ngoerah Rai ini dengan bom dari pesawat udara. Hamparan sawah dan ladang jagung yang subur itu kini menjadi ladang pembantaian penuh asap dan darah.

Perang sampai habis atau puputan inilah yang kemudian mengakhiri hidup I Gusti Ngurah Rai. Peristiwa inilah yang kemudian dicatat sebagai peristiwa Puputan Margarana. Malam itu pada 20 November 1946 di Marga adalah sejarah penting tonggak perjuangan rakyat di Indonesia melawan kolonial Belanda demi Nusa dan Bangsa. 


(bb.com/wikipedia/berbagai sumber)

 

Wednesday, 19 November 2014

FIVE THINGS TO PREVENT HIV / AIDS IN GUNUNGKIDUL



Five things to do to prevent the spread of HIV / AIDS is Abstenince (Do not have sexual relations before marriage), Be Faithful (Faithful in pairs), Condom (Use a condom on any risk sex), Drug (Avoid the use of drugs) and Equipment Sharing , NO. (Avoid the use of any tools / materials for drugs. that is one of the important points presented by H. Iswandi Executive Secretary Gunungkidul AIDS Commission (KPAK) as a guest speaker on radio talkshow hosted the Field of Communications and Informatics Dishubkominfo Gunungkidul in collaboration with Radio FM Argososro Thursday 6 November 2014 ago.


In the talk show moderated Marsana reveal many facts about HIV / AIDS and prevention efforts in Gunungkidul. On the occasion H. Iswandi also said that HIV / AIDS is cumulative based on data from 2006 up to March 2014, recorded 133 cases of HIV / AIDS where as many as 109 of the amount due to risky sexual behavior and 37 cases the sufferer is the mother household. "This amount is recorded in the NAC patients Gunungkidul, while patients with this disease such as iceberg, many have not detected" said H. Iswandi. "The numbers are not necessarily people with HIV / AIDS are all domiciled in Gunung considering a centralized data collection at the provincial level so that it can be DIY citizens living outside the Gunung Gunung yet recorded HIV / AIDS in which he lives", he added.


Furthermore, based on the data in KPAK age range of people with HIV / AIDS are in the productive age group is between 20 years to 50 years. Secretary KPAK Gunung also give sense to the listener that anyone could at risk or at risk of HIV infection regardless of age, gender or social status where HIV transmission occurs when there is activity exchange of body fluids that contain HIV from an infected person to others. The fluids include blood, semen, vaginal fluids and breast milk.


H. Iswandi recognizes that AIDS Measures Commission Gunungkidul also find it difficult to provide outreach to the general public on this issue in view of the problem of reproduction is still considered taboo for some people Gunungkidul. However KPAK by cooperating with related agencies, community leaders and religious leaders can work together to provide an understanding of the dangers of this disease, so that the incurable disease can be prevented as much as possible in the region perkembangnya Gunungkidul.

AIDS Commission Gunungkidul is part of the structure of the National AIDS Commission (NAC), which is formed based on the Regulation of the Minister of Home Affairs No. 20 In 2007, chaired by Menkokesra, to the level of so-called Provincial Provincial AIDS Commission (KPAP), chaired by the Deputy Governor while for the District / City called AIDS Commission District / City (KPAK) chaired by Vice Regent / Deputy Mayor. For KPA Gunungkidul established by decree of the Regent No. 20 / Kpts / 2010 which is updated with Regent Decree No. 388 / Kpts / 2012 with members of related local government offices and NGOs concerned with HIV / AIDS. NAC Gunungkidul currently based in Jalan Gunung Kidul District Health Office Col. Sugiyono 17 Wonosari.


In providing its services with the Department of Health KPAK Gunungkidul opened a clinic Voluntary Counseling and Test (VCT) for people who feel ever perform risky behaviors of HIV / AIDS to HIV testing is voluntary and confidential and KPAK services such as Care, Support and Treatment (CST ) in Clinical Empathy Hospital Comprehensive Wonosari and 10 Continual Service (LKB) in 10 health centers include; PHC Wonosari 1, PHC Tanjungsari, Purwosari PHC, PHC Ponjong 1, PHC Semanu 1, PHC Ngawen 1, PHC Bake 1, PHC Bake 2, health centers and health centers Patuk 1 Playen 2.
At the end of this talk show H. Iswandi hope of HIV / AIDS in the region, especially Gunungkidul need to coordinate all parties from all elements of society because HIV / AIDS is not merely a health problem alone, but it takes care of all parties because of HIV / AIDS involves the generation next

Crafts ''Akar Wangi'' The Evolving

Vetiver handicraft village of Hamlet Kepek Semin '' Gunungkidul '' increasingly exist in the market, so that craftsmen continues to increase. Besides Kepek, residents mandesan Semin also many who pursue this craft Akar Wangi.

Bolet (33), a craftsman Akar Wangi  Kawan Lama group consisting of 13 people said that the craftsmen continue to produce craft of Akar Wangi as an encouraging development.

Even Bolet personally make a horse-shaped craft of Akar Wangi which initially only to participate in the District karnval Semin. Turns Akar Wangi handicraft horse is interesting and there are some collectors who had bid USD 2 million. However Bolet still survive, and will be removed if there is a bid to Rp 2.5 million.

Making horse Akar Wangi itself spent 10 kg vetiver, at a price per kg Rp 16 thousand. For a skeleton made of wood.

Horse Akar Wangi has been selling hired for carnival in various places, where many indigenous villages in Gunung implement Rasulan.

While in Hamlet Mandesan, no less than 125 people who became artisans Akar Wangi. Products such as angklung, flute, letter, bags and much more. The products are marketed to a number of areas in Yogyakarta. Medium price is quite varied depending on the model and size.

Craft group Akar Wangi Lugut Makmur 10 members, being that 115 people joined the group.

Turnover Akar Wangi handicraft Semin each month of no less than USD 100 million. Slamet, Chairman Kawan Lama confirmed, Akar Wangi handicraft turnover is increasing, especially after the capital assisted BRI, so the craftsmen are no longer any difficulty in getting funds, raw materials, labor and marketing.

Branch Manager BRI Wonosari Bekti Nefiyanto justify, crafters Akar Wangi in Semin is BRI customers loyal. Therefore the People's Party Simpedes, all artisans who become customers of BRI always invited to open a booth to sell their respective products.

BRI Wonosari, credit Kupedes 2009 to August was USD 149 457 billion, the number of borrowers 24,169 people. Moderate income 138 054 billion USD. The number of borrowers including business groups spread across 18 districts.

"Masjid Indonesia" In Kenitra City , Maroko


"Masjid Indonesia" In Kenitra City , Maroko 



When in Jakarta there are roads named Jalan Casablanca otherwise in Casablanca - Morocco is also a road named Jalan Jakarta. Not only road Jakarta there is also a road named Jalan Bandung. Still not quite enough up there, in the city of Rabat - The capital of Morocco is also a road named Rue Sukarno (Sukarno). All of it is a form of respect Moroccan government (at that time) under the reign of King Mohammed V over Indonesia and Bung Karno services in support of Morocco's independence from France.

Bung Karno became the first country to hold a leadership trip to Morocco after its independence. Bung Karno visit to Morocco on May 2, 1960 was greeted by the people of Morocco, Bung Karno even brought parade around Rabat in the open-air motoring with the King Mohammed V. then on the King Mohammed V presents Bung Karno to inaugurate its own roads in the city Rabat named after him "Rue Sukarno" or Sukarno, while providing visa-free gift to all Indonesian citizens who will travel to Morocco. A gift that can still be enjoyed by people of Indonesia until now.


Indonesia Mosque (Maolay Hassan) 



But aside from all that, in Morocco there is also a magnificent mosque which is also called "Indonesian Mosque". Its location is in the city of Kenitra. Although so far there is absolutely no news in this country about the existence of this mosque. Burhan Ali, an Indonesian student who was studying in the Maghreb countries raised the existence of this mosque in writing.


Mosque (named) Indonesia still stands and still works fine until now. On the nameplate mosque mounted above the main door of the mosque written clearly the name "Indonesian mosque" in Arabic. Never mind the Indonesian people in the homeland, the Indonesian who lived in Morocco were very few know about the existence of this historic mosque.

Indonesian Mosque tower in the town Kenitra - Morocco

The naming of this mosque is not released by naming the names of streets as mentioned above as well as the exemption of visas for citizens of Indonesia as a gift from King Mohammed V. The mosque is located next to Souk Houriya, Kenitra City Biranzaran this area is still to be one of the central teaching and literacy and a brief recitation after maghrib prayer.

Architectural terms, "Indonesian mosque" is slightly different from the mosques in Morocco in general. Never any of the Morocco recalled that some architects who helped build imported from Indonesia. Striking differences seen in the building of minarets. When Morocco generally shaped minarets towering beams, tower "Indonesian Mosque" rectangular tapered upwards. (on the smaller side compared to the bottom of the tower).

The roof mosque is also much different from most mosques in Morocco roof, the roof "Indonesian mosque" is a series of pyramid roof combined into one. An interesting difference between the Masjid mosque in the city of Kenitra are all typical Moroccan architecture. Residents original Kenitra was not much to know about this mosque except the elderly. Kenitra young people more familiar with this mosque as Masjid Maolay as written on panoramio website that displays this mosque named Masjid Maolay Hasan (Hasan Maolay is the name of the son of Crown Prince of Morocco)

RAHMAT SHIGERU ONO : Tentara Jepang yang Berpihak Pada INDONESIA


Ketika kalah melawan Sekutu, banyak tentara Jepang bingung; kembali ke negerinya atau bertahan. Tak sedikit yang melakukan harakiri (bunuh diri untuk memulihkan kehormatan). Shigeru Ono, serdadu Tentara Ke-16 Angkatan Darat Jepang di Jawa, pun sempat tergoda namun mengurungkan niatnya.


Ono, yang lahir pada 26 September 1919 di Furano, Hokkaido, memutuskan bertahan di Indonesia. “Indonesia sudah banyak membantu Jepang. Kami ingin memberikan yang tidak bisa dilakukan oleh negara kami,” ujarnya dalam Mereka yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono, Bekas Tentara Jepang yang Memihak Republik karya Eiichi Hayashi.

Ono keluar dari ketentaraan Jepang. Atas saran Kapten Sugono, komandan polisi militer Jepang di Bandung, dia mengganti pakaiannya dengan sarung dan peci, melumuri tubuhnya dengan lumpur agar kulitnya terlihat lebih gelap, dan menambahkan “Rahmat” di awal namanya: Rahmat Shigeru Ono.

Sempat melatih pemuda Indonesia, Ono kemudian menyingkir ke Yogyakarta. Dia menjalankan tugas penting dari Markas Besar Tentara untuk membuat buku rangkuman tentang taktik perang dan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Atas perintah Kolonel Zulkifli Lubis, petinggi militer Indonesia yang kelak menjadi pejabat KSAD, Ono juga menyusun buku tentang taktik khusus perang gerilya.

Selain itu, bersama eks tentara Jepang dan pejuang Indonesia, Ono bergerilya dari satu tempat ke tempat lain. Salah satunya, menyerang markas KNIL di Mojokerto pada Juni 1947.

Pasca Perjanjian Renville, ada kesepakatan untuk menangkapi semua eks tentara Jepang yang masih di Indonesia. “Pada Juli 1948, untuk menghindari penangkapan, serdadu Jepang berkumpul di Wlingi, Blitar, Jawa Timur untuk membuat satu pasukan. Yang tercecer dikumpulkan,” tulis Wenri Wanhar dalam Jejak Intel Jepang: Kisah Pembelotan Tomegoro Yoshizumi.

Ke-28 eks tentara Jepang yang hadir itu lalu membentuk Pasukan Gerilya Istimewa (PGI) pada 24 Juli 1948. Arif Tomegoro Yoshizumi jadi komandan dan Ichiki Tatsuo wakilnya. Wilayah operasi mereka di Dampit, Malang Selatan, dan Wlingi, Blitar. Ono bertugas di Dampit.

Pertempuran pertama PGI adalah ketika menyerang pos tentara Belanda di Pajaran, Malang, semasa gencatan senjata. Aksi mereka berisiko mencoreng nama Indonesia di dunia internasional, namun PGI beralasan Belanda lebih sering melanggar perjanjian.
Sepeninggal Tomegoro Yoshizumi dan Ichiki Tatsuo yang gugur dalam pertempuran, PGI bergabung dalam kesatuan militer formal dan mengubah namanya menjadi Pasukan Untung Suropati 18.
Usai pengakuan kedaulatan pada akhir 1949, Ono menetap di Batu, Malang, Jawa Timur. Dia mengisi hari-harinya dengan bercocok tanam. Pada Juli 1950, Ono menikah dengan Darkasih dan dikaruniai lima anak.

“Dia dijodohkan Sukardi, orang Jepang juga, kawan papi,” ujar Erlik Ono, putri kelima Ono, kepada Historia. Sukardi bernama Jepang Sugiyama.

Ono pernah bekerja sebagai salesman lampu, pegawai perusahaan peternakan di Jakarta, dan perusahaan eksportir rotan di Kalimantan. Setelah pensiun pada 1995, dia kembali ke Batu dan mengisi waktu dengan bertani, menerima wartawan, serta mengunjungi keluarga atau kenalan yang sakit.

Rahmat Shigeru Ono juga menyusun buku taktik perang gerilya untuk militer Indonesia di masa mempertahankan kemerdekaan. Ono telah berpulang pada 25 Agustus 2014 lalu. Beliau meninggal akibat penyakit tifus dan pembengkakan pembuluh darah.


Sumber : historia.co.id

AR Baswedan : Tokoh Pemersatu Indonesia Keturunan Arab

Mendengar nama AR Baswedan mungkin kita teringat akan sosok Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Anies Baswedan. Ya, AR Baswedan adalah kakek dari Anies Baswedan. Abdurrahman Baswedan lengkapnya lahir di Surabaya, 9 September 1908.


AR Baswedan adalah seorang pemberontak di zamannya. Harian Matahari Semarang memuat tulisan Baswedan tentang orang-orang Arab, 1 Agustus 1934. AR Baswedan memang peranakan Arab, walau lidahnya pekat bahasa Jawa Surabaya, bila berbicara. Dalam artikel itu terpampang foto Baswedan mengenakan blangkon. Ia menyerukan pada orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan Indonesia. Ia mengajak keturunan Arab, seperti dirinya sendiri, menganut asas kewarganegaraan ius soli : di mana saya lahir, di situlah tanah airku.

Pengamat politik, Fachry Ali, mengatakan bahwa pada 1934 saat Indonesia masih sebagai konsep, AR Baswedan berani menyatakan dirinya dan kaumnya bertanah air Indonesia. Dalam Konferensi Peranakan Arab pada Oktober 1934, dia tidak ragu mendeklarasikan Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab: tanah air peranakan Arab adalah Indonesia.

“Itu menjadi sebuah perjudian, sebab kala itu mereka tidak mengerti bahwa suatu saat Indonesia akan merdeka,” ujar Fachry Ali dalam diskusi buku AR Baswedan: Membangun Bangsa Merajut Ke indonesiaan karya Suratmin dan Didi Kwartanada, di Auditorium Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 25 September 2014

Pada konferensi itu juga terbentuk Persatuan Arab Indonesia (PAI), diketuai Baswedan. Selain karena prihatin akan konflik yang berlarut-larut dalam golongan Arab, keberhasilannya dalam menggalang persatuan Arab juga terilhami oleh jejak kaum keturunan Tionghoa dalam membentuk Partai Tionghoa Indonesia (PTI), yang berorientasi nasionalis pada 25 September 1932, serta pergaulannya dengan Liem Koen Hian, pendiri PTI yang juga mitra kerjanya di Sin Tit Po. Baswedan mengasuh sebuah rubrik “Abunawas”, yang berisi kritikan dengan mengambil kejadian-kejadian Hindia Belanda.

Lepas dari Sin Tit Po, Baswedan bergabung dengan Soeara Oemoem pada 1933, dengan redaktur dr. Soetomo, tokoh Boedi Oetomo. Dia hanya bertahan selama setahun, dan kemudian pindah ke harian Mata Hari, sebelum aktif dalam menggalang persatuan komunitas Arab.

Redaktur Majalah Sejarah Historia, Hendri F Isnaeni mengatakan, AR Baswedan mencoba mendobrak pikiran warga keturunan Arab lewat Partai Arab Indonesia (1934-1942). AR menegaskan bahwa Indonesia adalah ibu pertiwi dari keturunan Arab.

Hendri mengatakan AR menyadari ada kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dibandingkan kepentingan untuk membela komunitasnya sendiri. Oleh karena itu, dia berjuang menyelesaikan konflik internal diantara kalangan Arab dan berbicara tentang Keindonesiaan.

"Ada keyakinan di masyarakat Arab, untuk menjadi pemimpin harus berasal dari lapisan sosial atas masyarakat Arab, harus kaya dan dihormati. AR mencoba melawan itu semua," ujarnya.

Menurut Setyo Wibowo, pengajar sejarah filsafat Yunani dan Metafisika di STF Driyarkara Jakarta, Baswedan dapat menjadi seorang “pemberontak” karena pendidikan ayahnya, yang mengajarkan hidup jujur, berbudi pekerti baik, dan berhubungan baik dengan orang lain. “Dalam dirinya tumbuh sifat tidak mau tinggal diam melihat ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat,” kata Setyo. Selain pengajaran ayahnya, bibit berontak muncul karena bakat alamiahnya.

Anies Baswedan, cucu AR Baswedan, mengenang pengalamannya bersama Datuk Mang, sapaannya kepada sang kakek. Sewaktu tinggal bersamanya, dia beserta anggota keluarga lain diajarkan untuk berpikir kritis. “Meja makan merupakan tempat di mana anggota keluarga bisa saling mengeluarkan pendapat dan berdebat,” ujar Anies.

Anies mendampingi sang tokoh perajut keindonesiaan itu hingga berpulang ke pangkuan sang Ilahi pada 5 Maret 1986. “Sebelum beliau meninggal, sempat berpesan agar menjaga nama baik, sebab kita hanya meninggalkan nama baik,” kenang Anies.


Sumber : beritasatu.com

Tuesday, 18 November 2014

10 Fact you Should Know

1. Did you know that the design of the National Palace and the Presidential Palace was built following the concept of houses on stilts .

2. Often nosy or intrusive is one type PDKT made ​​man if love with a woman .

3. 7 out of 10 men prefer women who can cook as his future wife .

4. Androstadienone , a substance derived from testosterone found in male sweat is able to attract the attention of women and lift their mood .

5. Men who are too thin has the same risk of heart disease in men who are too fat .

6. Saws discovered by a doctor and was originally used to perform amputation .

7. High-fiber vegetables such as spinach can reduce hunger to 14 hours .

8. The song ' You Suffer ' from the band Napalm Death is the shortest song ever recorded with a duration of 1.316 seconds .

9. Research shows that people prefer the color blue for casual clothing .

10. Although popular with hits ' Sweet Home Alabama ' , none of the original personnel Skynyrd came from Alabama 

10 facts you should know

1. Often holding cas handphone in circumstances can cause mild headaches , because radiation increases.

2. Peak Jayawijaya eternal snowcapped mountains is one of the snow on the equator .

3. Eating chili can lose weight because it speeds up metabolism and burn fat .

4. The refrigerator is now 70 percent less electricity than a refrigerator that was produced in the 1970s .

5. 90 percent of the area in Indonesian language is spoken less than 5000 people .

6. Ikan Badut has the ability to change sex . If the female dies , the male fish will change their sex and mating with other males .

7. Lizards communicate by means berpush - up , in a single day berpush lizard - up on average 46 001 times .

8. People who master at least two languages ​​affected Dementia 4.5 years later than those who can only speak one bhsa . [ Journal of Neurology ]

9. APPLAUSE including the ' disease ' and is contagious . Transmission is known as ' social contagion ' ( social contagion ) .

10. Did you know that quite a lot of food and drinks ' made ​​in Indonesia ' circulating in the Philippines

ARTI CINTA

 Assalaamu'alaikum.

 Episode ( Cinta ) kali ini, mengingatkan kita untuk hati - hati terhadap
apa dan siapa yang kita cintai.

 **waktu mau makan ingat kamu, waktu bercermin ingat kamu, waktu mau
belajar ingat kamu, waktu mau tidur ingat kamu,......**

 ( kalo nggak salah dina mariana yang nyanyi, betul nggak Mas Gugah )


 Demikianlah kira-kira bunyi sebuah syair lagu (kalau nggak salah) yang pernah ngetrend. Lagu itu memang bertema cinta. Cinta suci katanya. Eit... tapi tunggu dulu apa benar cinta suci, apa benar cinta sejati. Atau sekedar cinta syahwati.


 Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini
karena cintaNya. Karenanya alam dan dunia ini adalah lautan cinta.


 Cinta itu suka atau senang. Cinta itu keinginan untuk memberi, demikian
kata orang. Tapi bila mendengar kata cinta, yang muncul di otak adalah pacar. Inilah kesalahan kebanyakan orang dalam mengartikan cinta. Cinta yang mereka kenal adalah cinta syahwati. Apa memang sedemikian rendah nilai cinta.


 Cinta memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dan kekuatan cinta mampu membikin pribadi yang nekat atau pribadi yang taat. Nekat dalam arti
berani melanggar aturan-aturan dari Allah. Sehingga sampai-sampai bilang,"Khan  cuma-pegang-pegangan tangan." Na'udzubillah min dzalik.


 Kalau bicara masalah cinta memang tak kan habis-habis. Namun berapapun
 banyaknya nuansa cinta, sebenarnya hanya ada dua versi cinta, yaitu cinta imani (cinta robbani), adalah cinta yang berlandaskan kepada keimanan, dan cinta syahwati, cinta yang berlandaskan pada hawa nafsu yang ditunggangi oleh syaithon laknatullah.


 Cinta imani inilah sesungguhnya yang merupakan cinta sejati. Tapi
pengertian ini telah diputar balik, sehingga cinta syahwati dianggap sebagai cinta suci yang harus diperjuangkan sampai tetes darah penghabisan, dengan bunuh diri misalnya.


 Mahabbah (kecintaan) seorang mu*min adalah harus berlandaskan keimanan.
Dan
 kecintaan tertinggi adalah kecintaan kepada Allah (mahabbatullah).
 Kecintaan kepada Allah adalah mutlak dan di atas segala-galanya. Sedangkan bagi orang kafir sudah jelas cintanya adalah cinta syahwati.


 
Tanda-tanda Cinta.

 Cinta secara umum mempunyai tanda-tanda dan gejala-gejala yang sama.
Pertama
 adalah banyak mengingat (pada yang dicintai). Sebagaimana syair lagu di
 atas, hatinya selalu teringat dan terkenang kepada yang dicintai. Di mana-mana pun pokoknya ingat deh. Apabila suatu saat secara tiba-tiba disebutkan nama yang kita cintai, maka hati kita tersentak.
 Hati kita deg-deg sir,"Ada apa ini." Demikian pula bila kita mendapatkan surat dari yang kita cintai. Maka bagi seorang mukmin karena kecintaan kepada Allah adalah yang tertinggi, bila disebut namaNya, gemetarlah
hatinya  dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah imannya. (QS Al Anfal ayat 2).

 Tanda yang kedua adalah takjub dan kagum (kepada yang dicintai).  Kalau sudah cinta katanya hidung pesek jadi mancung. Atau bahkan tahi kambing dirasa coklat, ucap seorang penyanyi.. Karena begitu kagumnya
kepada  yang dicintai. Bagi cinta yang dilandasi syahwat, kekaguman nya bersifat sementara dan tidak membekas dalam hati, karena manusia mempunyai rasa selalu tidak puas. Maka tepatlah petunjuk Rasulullah SAW, bila mencari
 istri, pilihlah karena agamanya sebagai prioritas utama, bukan cantiknya, bukan kayanya, bukan kebangsawanannya.


 Kekaguman karena iman akan memberikan hal yang berbeda, ia akan membekas dalam hati. Apalagi kekaguman akan kebesaran dan kekuasaan Allah.


 "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit
dan  bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Ali Imran ayat 191).


 Yang ketiga dan keempat adalah ridlo (rela) dan pengorbanan. Seorang mu'min karena cintanya yang sangat kepada Allah, ia akan rela mengorbankan segalanya demi mencapai keridloan Sang Pemberi cinta, Allah SWT. Kalau cinta syahwati, keridloannya pun bersifat untuk memenuhi hawa nafsunya saja. Karena jabatan mau saja menyembah-nyembah atasan. Karena ridlo dengan si dia sampai-sampai mengorbankan kehormatannya. Atau SPP
 amblas, sehingga orang tua yang kalang kabut.


 Kecintaan kepada sesuatu dengan tanda-tandanya di atas akan melahirkan
rasa takut dan harap serta suatu ketaatan. Ini merupakan hal yang wajar dan  logis. Karena mencintainya, kita takut kehilangan, atau kawatir cinta kita diterima apa nggak. Dan kita mengharapkan selalu dekat dengan yang kita cintai. Otomatis supaya kekawatiran kita tidak terjadi dan harapan kita
 terpenuhi, kita taat kepada yang kita cintai.


 Jika dibilang,"Kalau cinta, traktir dong..." kemudian ia mentraktir dengan  uang SPP nya, maka ini adalah salah satu bentuk ketaatan. Tentu saja bentuk pengorbanannya adalah uang SPP. Demikian pula bila diajak nonton film di  bioskop, padahal yang ngajak itu orang lain, kemudian mau, juga merupakan ketaatan. Ketaatan yang salah. Ketaatan yang sesat.


 Kecintaan yang haq (yang berlandaskan iman) akan melahirkan ketakutan,
 pengharapan dan ketaatan hanya kepadaNya. Meskipun memiliki tanda-tanda yang  sama, tetap saja antara cinta imani dan cinta syahwati adalah bertolak  belakang. Karena yang satu haq dan yang lain bathil.


 
Prioritas dan Peringkat-peringkat cinta.


 Dalam cinta pun ada skala prioritas seperti halnya membelanjakan uang. Ada seseorang yang tidak punya baju sama sekali, kemudian ia tidak membeli
baju tapi malahan membeli sepeda. Suatu hari ia bersepeda tanpa pakaian. Tentu saja orang-orang berkata,"Orang itu sudah sinthing. Mbok ya beli baju dulu."



 Demikianlah kita harus punya prioritas cinta, supaya tidak dibilang sinthing. Untuk itu kita harus mengenal apa yang disebut maratibul
mahabbah (peringkat-peringkat cinta). Dengan memahami peringkat-peringkat cinta ini mudah-mudahan kita tidak terjerumus dalam syirik cinta.
 Peringkat pertama adalah tatayyum.

 Yaitu cinta yang melahirkan sikap untuk menghamba secara mutlak dan
 melakukan pengorbanan sampai tetes darah penghabisan. Ini adalah kecintaan tertinggi dan hanya kita berikan kepada Allah Rabbul 'alamin. Seorang mukmin amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah ayat 165).


 Peringkat kedua adalah 'isyq.

 Yaitu cinta yang melahirkan ketundukkan terhadap segala perintah dan larangannya, membangkitkan sikap hormat yang tinggi, mengikuti dan membelanya. Kecintaan seperti ini adalah hak Rasulullah. Namun 'isyq tidak mendorong seseorang menjadi hamba Muhammad. Inilah yang membedakan dengan tatayyum.


 Peringkat ketiga adalah syauq (kerinduan).

 Yaitu cinta yang membuahkan mawaddah wa rahmah (kasih sayang), menjadi perekat yang kuat dalam membangun ummat. Ini adalah cinta antara mu*min dengan mu*min lainnya, antara orang tua dengan anak, antara suami dengan istri, dengan saudara
yang mukmin.

 Peringkat keempat adalah shababah. Ditujukan kepada sesama muslim yang
akan melahirkan ukhuwah (persaudaraan).


 Peringkat kelima adalah 'ithf (simpati). Ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati mendorong seorang mu'min untuk menolong manusia ke jalan yang benar (dakwah). Bila hilang rasa simpati, seseorang menjadi cuek, tak
peduli dengan kerusakan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.


 Peringkat keenam dan yang paling sederhana adalah 'alaqah. yaitu kecintaan kepada selain yang di atas, harta benda misalnya. Islam membenarkan cinta ini dalam bentuk intifa' (memanfaatkan, mendayagunakan). Cinta pada harta benda yang berlebihan membahayakan manusia sendiri. Para salafusshalih berdoa kepada Allah agar jangan sampai dunia menempati hati mereka, cukup
di tangan saja. Artinya jangan sampai dunia yang menguasai mereka tapi mereka yang menguasai dunia.


 Jadi kecintaan tertinggi seorang mukmin adalah untuk Allah, kemudian Rasulullah dan jihad di jalan Allah. Baru setelah itu kepada orang tua, saudara yang mukmin, suami atau istri, anak dan seterusnya.

 "Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kawatiri kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."(QS At Taubah ayat 24).

 Memang manusia secara naluriah mempunyai rasa cinta kepada lawan jenis, anak-anak, harta benda, seperti Firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 14.
 "Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang."


 Namun hal itu bukanlah legitimasi untuk menjadikan cinta syahwati sebagai
 yang dipuja sedemikian rupa. Karena Allah telah menentukan batasan-batasan. Kecintaan tertinggi adalah untuk Allah, maka kecintaan kita kepada sesuatu adalah karena kecintaan kita kepada Allah. Maksudnya sesuai dengan atura-aturan dari Allah. Kita boleh mencintai lawan jenis, tapi caranya  adalah yang sesuai dengan aturan Allah, yaitu setelah menikah, bukan pacaran. Model pacaran itu bukan dari Allah, tapi dari syaithon laknatullah.
 Jika kita lihat dalam realitas, banyak orang masih menempatkan kecintaan tidak pada tempatnya. Ada yang menempatkan cinta tertinggi untuk sesuatu selain Allah. Entah harta atau yang lain-lain. Mereka lebih mencintai dunia daripada akherat. Inilah sikap orang yang buta cinta. karena buta cinta dunia menjadi tuan, kekasih menjadi pujaan. Menjadi ilah-ilah yang lain.

 
Kelaziman Cinta.


 Ibnu Taimiyah berkata,"Mencintai apa yang dicintai kekasih adalah
 kesempurnaan dari cinta pada kekasih."


 Apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah inilah yang disebut kelaziman cinta, lumrahnya sesorang kepada yang dicintainya. Lumrahnya seseorang kepada
yang dicintai adalah mencintai siapa-siapa dan apa apa yang dicintai kekasih.Dan membenci siapa-siapa dan apa-apa yang dibenci kekasih.

 Jika Allah mencintai nabi dan RasulNya, kita pun harus mencintai mereka. Allah mencintai orang- orang yang beriman, amal sholeh, akhlaqul karimah, maka demikian pula seharusnya dengan kita.


 Allah mencintai kebersihan. Bagaimana kita bisa disebut cinta kepada Allah kalau kita tidak menyukai dan menjaga kebersihan. Allah membenciorang-orang kafir, munafiq maka kita pun demikian. Allah membenci perbuatan tercela, seperti zina, memperturutkan hawa nafsu, berjudi, mabuk, korupsi maka kita wajib menjauh perbuatan-perbuatan semacam ini.

 
Aljabar Cinta.


 Aljabar atau perhitungan cinta tidak sama dengan aljabar dalam pelajaran matematika kita. Kalau dalam matematika yang kita pelajari 100 dibagi 2sama dengan 50.


 Dalam aljabar cinta tidak begitu. Bila kita mencintai Allah, Rasul dan
jihad  bukan berarti untuk Allah 70%, untuk Rasulullah 20% dan seterusnya. Sama sekali bukan.


 Kecintaan seorang mukmin kepada Allah adalah mutlak. Kecintaan kepada yang lain tidak mengurangi kecintaan kita kepada Allah. Karena pada dasarnya kecintaan kepada yang lain bagi seorang mu*min adalah karena kecintaannya kepada Allah.


 Mulai sekarang kita harus tahu mana cinta imani dan mana cinya syahwati. Maka jangan sampai salah menempatkan cinta. Sehingga syair lagu di atas seharusnya "waktu mau makan ingat Allah, waktu bercermin ingat Allah,waktu mau belajar ingat Allah, waktu mau tidur ingat Allah..," dengan doa-doa
yang  diajarkan Rasulullah SAW.


 Wallahu a'lam.



 Maroji': Majalah Ummi; Al Islam, Said Hawwa; Jundullah, Said Hawwa;



KADO YANG TIDAK DIJUAL

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah yang tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik
bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti  memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di
ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu
terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjai bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?